TERNYATA, SATRIA BAJA HITAM ITU KITA SAAT DEWASA

Runtutmates, pernah nggak sih kepikiran… Waktu kecil kita menonton Satria Baja Hitam dan berpikir:
“Keren banget ya jadi pahlawan.”
Bisa berubah.
Punya motor.
Kuat.
Melawan monster.
Menyelamatkan orang.
Dulu kita ingin menjadi seperti Kotaro Minami.
Tapi ternyata…
kita tidak perlu menjadi Satria Baja Hitam.
Karena tanpa sadar, setelah dewasa, kita menjalani kehidupan yang mirip dengannya.
Dan kalau dipikir-pikir lagi, cukup banyak kemiripannya.

DULU KITA MENUNGGU “HENSHIN!”
Kotaro punya satu momen yang selalu kita tunggu:
HENSHIN!
Begitu keadaan berubah, ia berubah menjadi Satria Baja Hitam.
Waktu kecil, kita menganggap itu keren.
Sekarang kita sadar…
orang dewasa juga setiap hari melakukan henshin.
Bangun tidur masih menjadi diri sendiri.
Begitu masuk kantor:
Henshin.
Jadi pekerja profesional.
Ketemu klien:
Henshin.
Jadi orang yang percaya diri.
Ketemu keluarga:
Henshin.
Jadi anak yang baik.
Punya masalah:
Henshin.
Jadi orang yang terlihat kuat.
Padahal di balik semua itu, tetap ada diri kita yang sebenarnya.
Seperti Kotaro.
Kostumnya berbeda, tapi manusianya tetap sama.
KOTARO TIDAK MEMILIH KEHIDUPANNYA
Ini bagian yang mungkin baru terasa ketika kita dewasa.
Kotaro tidak bangun suatu pagi lalu berkata:
“Hari ini saya ingin menjadi pahlawan.”
Ia justru diculik Gorgom, menjalani proses yang mengubah hidupnya, lalu melarikan diri sebelum pikirannya sepenuhnya dikendalikan. Sejak saat itu ia harus berhadapan dengan Gorgom.
Bukankah kehidupan dewasa juga begitu?
Ketika kecil kita punya banyak bayangan tentang masa depan.
Mau jadi dokter.
Mau jadi pilot.
Mau jadi pengusaha.
Mau punya rumah besar.
Tapi kemudian hidup datang membawa kenyataan.
Dan tiba-tiba kita punya pekerjaan yang tidak pernah kita bayangkan.
Tanggung jawab yang tidak pernah kita minta.
Tagihan yang tidak pernah kita cita-citakan.
Dan masalah yang tidak pernah kita pesan.
Hidup mengubah kita.
Sama seperti Kotaro.

SETELAH “BERUBAH”, MASALAH TIDAK SELESAI
Ini yang lucu.
Kita dulu mengira setelah berubah menjadi pahlawan, hidup Kotaro akan mudah.
Ternyata tidak.
Justru setelah menjadi Satria Baja Hitam, pertempurannya baru dimulai.
Gorgom terus mengirim ancaman.
Monster datang silih berganti.
Dan bahkan orang terdekatnya, Nobuhiko, akhirnya menjadi Shadow Moon dan menjadi lawan yang harus ia hadapi.
Sama seperti kita.
Dulu kita berpikir:
“Kalau sudah lulus sekolah, pasti lebih enak.”
Lulus.
Masuk kuliah.
“Kalau sudah lulus kuliah, pasti lebih enak.”
Lulus.
Kerja.
“Kalau sudah dapat pekerjaan tetap, pasti aman.”
Sudah kerja.
“Kalau sudah punya uang lebih banyak, pasti tenang.”
Uangnya ada.
Masalah baru datang.
Ternyata hidup memang bukan tentang menyelesaikan semua masalah.
Melainkan belajar menghadapi masalah berikutnya.
KOTARO PUNYA IDENTITAS GANDA. KITA JUGA.
Ini mungkin persamaan yang paling dekat dengan kehidupan kita.
Di satu sisi ada Kotaro Minami.
Manusia biasa.
Punya perasaan.
Punya orang yang disayangi.
Bisa sedih.
Bisa takut.
Bisa kehilangan.
Di sisi lain ada Kamen Rider Black.
Sosok yang harus kuat.
Harus maju.
Harus menghadapi musuh.
Harus menyelamatkan orang.
Bukankah kita juga begitu?
Di rumah:
“Aku capek.”
Di kantor:
“Siap, Pak.”
Di dalam hati:
“Aku sebenarnya bingung.”
Di depan orang lain:
“Tenang, aman.”
Kita punya versi diri yang berbeda untuk menghadapi dunia.
Bukan berarti kita palsu.
Kadang memang begitulah cara orang dewasa bertahan.
Kita belajar memakai “armor”.
MUSUH KITA JUGA DATANG BERGANTIAN
Waktu kecil, musuh Satria Baja Hitam sangat jelas.
Gorgom.
Monster.
Shadow Moon.
Kita bahkan bisa menunjuk siapa musuhnya.
Sekarang?
Musuh kita jauh lebih abstrak.
Deadline.
Overthinking.
Krisis keuangan.
Pekerjaan.
Hubungan.
Kegagalan.
Rasa takut terhadap masa depan.
Dan yang paling menyebalkan:
pikiran sendiri.
Bedanya, monster Gorgom bisa ditendang.
Masalah kehidupan dewasa?
Kadang cuma bisa dihadapi dengan:
“Ya sudah. Besok dipikir lagi.”
KOTARO PUNYA BATTLE HOPPER.
KITA PUNYA “KENDARAAN PERJUANGAN” SENDIRI.
Dulu kita melihat Battle Hopper dan berpikir:
“Gila, motornya keren.”
Battle Hopper memang merupakan kendaraan ikonik Kotaro dan bahkan digambarkan sebagai motor yang memiliki kehidupan sendiri.
Sekarang kita punya versi Battle Hopper masing-masing.
Motor untuk berangkat kerja.
Mobil untuk mencari nafkah.
Laptop untuk bekerja.
HP untuk mencari peluang.
Kopi untuk bertahan sampai sore.
Barang-barang sederhana itu mungkin tidak terlihat sehebat Battle Hopper.
Tapi bagi kita…
itulah kendaraan perjuangan.
DAN INI YANG PALING SEDIH
Ketika kecil, kita melihat Satria Baja Hitam sebagai seseorang yang selalu menang.
Sekarang kita melihatnya dengan perspektif berbeda.
Kita sadar:
menjadi pahlawan bukan berarti tidak pernah terluka.
Justru pahlawan adalah seseorang yang tetap berjalan meskipun terluka.
Kotaro menghadapi kehilangan, pengkhianatan, dan konflik dengan orang yang sangat dekat dengannya. Bahkan pertarungannya dengan Shadow Moon bukan sekadar pertarungan melawan musuh, tetapi juga menghadapkan dirinya pada seseorang yang pernah menjadi saudara dan sahabatnya.
Dan mungkin…
itulah yang membuat kisahnya terasa berbeda ketika kita menontonnya lagi sebagai orang dewasa.
Dulu kita melihat aksinya.
Sekarang kita mengerti bebannya.

JADI, SIAPA SATRIA BAJA HITAM SEBENARNYA?
Mungkin bukan orang yang bisa berubah menjadi manusia super.
Bukan juga orang yang memiliki Rider Kick.
Satria Baja Hitam adalah gambaran tentang seseorang yang:
kehidupannya berubah tanpa ia minta,
membawa beban yang tidak selalu terlihat,
harus menghadapi masalah berkali-kali,
kadang kehilangan orang yang dicintainya,
tetapi tetap memilih untuk berdiri.
Dan bukankah itu yang kita lakukan setiap hari?
Kita bangun.
Kita bersiap.
Kita bekerja.
Kita menghadapi masalah.
Kita jatuh.
Kita kecewa.
Kita istirahat sebentar.
Lalu besok…
HENSHIN lagi.
Jadi, Runtutmates…
mungkin dulu kita menonton Satria Baja Hitam karena ingin menjadi pahlawan.
Tapi sekarang kita sadar:
ternyata sejak dewasa, kita semua sedang memainkan versi kita sendiri sebagai Satria Baja Hitam.
Tidak ada musik pembuka.
Tidak ada efek cahaya.
Tidak ada Rider Kick.
Tidak ada yang bertepuk tangan.
Hanya ada kita…
dan kehidupan yang harus terus dijalani.
Dan mungkin itulah alasan kenapa nostalgia masa kecil terasa begitu dekat ketika kita sudah dewasa.
Karena ternyata, cerita itu bukan cuma tentang Kotaro.
Cerita itu sedikit banyak tentang kita.
— Runtut Trivia

####################################################
Tentang Penulis
Rendy Hotama
Setiap orang berhak menulis, setiap orang berhak untuk tidak membacanya.
Hanya seorang pembelajar yang senang menghubungkan hal-hal sederhana, mengingat kembali cerita lama, lalu mencoba melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Tulisan ini tidak menggurui.
Hanya mengajak Runtutmates untuk berpikir, mengingat, dan mungkin tersenyum sebentar.
####################################################
Referensi
Kamen Rider Official — Toei
Profil resmi Minami Kotaro, termasuk latar belakang karakter, usia, kehidupan sebagai mahasiswa, hubungan dengan Nobuhiko, penculikan oleh Gorgom, hingga awal perjalanannya sebagai Kamen Rider BLACK.
Kamen Rider Official — Minami Kotaro
Kamen Rider Official — Toei
Informasi resmi mengenai Battle Hopper, kendaraan biologis milik Kamen Rider BLACK yang dibuat oleh Gorgom dan memiliki kemampuan untuk bergerak serta membantu BLACK dalam pertempuran.
Kamen Rider Official — Battle Hopper
Tirto.id — Kamen Rider BLACK RTV
Referensi tambahan mengenai serial Kamen Rider BLACK, karakter, Gorgom, Shadow Moon, Battle Hopper, serta perjalanan Kotaro Minami dalam serial tersebut.
Tirto.id — Kamen Rider BLACK RTV






