Jakarta — Pada 27 Juli 2026 AIESEC in UIN Jakarta mengajak Exchange Participants (EPs) dan Local Volunteers (LVs) mengenal lebih dekat lingkungan akademik, budaya, serta kehidupan sosial di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui kegiatan UIN Up Close. Berlangsung di Kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pengalaman pertukaran budaya dengan memperkenalkan kehidupan kampus kepada peserta dari berbagai latar belakang.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang memperkenalkan rangkaian agenda serta tata tertib selama kegiatan. Peserta juga diajak mengikuti check-in question dan roll dance untuk membangun suasana yang lebih santai sebelum memasuki rangkaian utama. Setelah itu, perwakilan AIESEC in UIN Jakarta menyampaikan sambutan sekaligus menyambut para peserta yang hadir.

Salah satu agenda utama adalah Campus Cruise: Explore & Discover, ketika peserta diajak berkeliling lingkungan kampus menggunakan bus listrik. Perjalanan melewati sejumlah area kampus, termasuk fakultas, masjid, taman, dan berbagai titik yang menjadi bagian dari lingkungan UIN Jakarta. Selama perjalanan, mahasiswa yang bertugas sebagai tour guide membagikan fakta-fakta menarik mengenai lokasi yang dilewati.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju perpustakaan kampus. Peserta diberi kesempatan untuk mengeksplorasi area tersebut sebelum kembali berkumpul untuk berbagi cerita mengenai kampus masing-masing. Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat bahwa kehidupan perguruan tinggi dapat memiliki karakter yang berbeda di setiap negara.

“Berkeliling menggunakan bus listrik membuat saya bisa melihat lebih banyak bagian dari kampus dan memahami bagaimana lingkungan kampus di sini digunakan oleh mahasiswa. Saya juga tertarik ketika kami mulai membandingkan kampus UIN dengan kampus dari negara lain,” ujar Fayyaz, salah satu Exchange Participant.

AIESEC in UIN Jakarta Perkenalkan Kehidupan Kampus dan Budaya Indonesia melalui UIN Up Close
AIESEC in UIN Jakarta Perkenalkan Kehidupan Kampus dan Budaya Indonesia melalui UIN Up Close — AIESEC in UIN Jakarta

Pengalaman mengenal Indonesia kemudian dilanjutkan melalui Nusantara Feast: Eat & Greet. Para peserta menikmati makanan tradisional sambil memperkenalkan makanan yang mereka bawa, termasuk asal daerah dan cerita yang berkaitan dengannya. Suasana makan bersama menjadi kesempatan untuk berbincang secara informal sekaligus mengenal keberagaman kuliner Indonesia.

Peserta juga memperoleh sambutan dari pihak UIN Jakarta melalui sesi Warm Up by the Rector’s Nest. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai hal mengenai kampus, termasuk sejarah, pencapaian, konsep kampus hijau, serta kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak.

Setelah beristirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan Different Grounds, Shared Stories. Peserta diminta mencatat berbagai perbedaan yang mereka temukan antara UIN Jakarta dan kampus di negara asal mereka. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan fasilitas, lingkungan kampus, kegiatan mahasiswa, maupun budaya yang mereka temui selama berada di Indonesia.

“Menurut saya, bagian yang paling menarik adalah ketika kami membicarakan perbedaan kampus. Saya bisa melihat bahwa setiap universitas memiliki kebiasaan dan lingkungan yang berbeda, tetapi mahasiswa tetap memiliki banyak hal yang sama, seperti belajar, bertemu teman, dan mengikuti berbagai kegiatan,” ungkap Aru, salah satu Exchange Participant.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Traditional Playground, ketika peserta mencoba permainan tradisional Indonesia seperti kelereng, bekel, dan lompat tali karet. Dalam kelompok, mereka bergantian mengikuti setiap permainan hingga mini tournament kelereng di akhir sesi.

Melalui UIN Up Close, pengalaman pertukaran tidak hanya berlangsung melalui percakapan, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan kampus, makanan, permainan, serta kebiasaan yang ditemui selama kegiatan. Bagi para Exchange Participants, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami kehidupan akademik dan budaya Indonesia dari pengalaman sehari-hari, sekaligus membandingkannya dengan lingkungan kampus yang mereka kenal di negara asal.