JAKARTA – Inovasi pangan berbahan lokal membawa lima mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mencatatkan prestasi di bidang kewirausahaan. Melalui PRONUTS, produk donat tinggi protein berbahan tepung kacang bambara, mereka berhasil meraih juara 2 dalam UNSIKA Entrepreneurship Expo (UNEX) 2026 dan lolos ke KMI Expo 2026.
PRONUTS dikembangkan oleh Muhammad Zayyan Rizka sebagai CEO, Aminah sebagai CMO, Farah Zahidah sebagai CFO, Zulfi Alisya sebagai CRDO, dan Mahdi Imantaka Sutejo sebagai CPO. Berawal dari proyek kewirausahaan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ, usaha ini kemudian dikembangkan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan tim dalam membawa ide bisnis mahasiswa ke berbagai ajang kewirausahaan. Tak hanya menawarkan produk kuliner, PRONUTS juga mengangkat potensi kacang bambara sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi camilan dengan nilai gizi lebih.
PRONUTS Tawarkan Donat dengan Kandungan Protein Lebih Tinggi
Pemilihan kacang bambara sebagai bahan utama menjadi pembeda PRONUTS dari produk donat pada umumnya. Bahan tersebut diolah menjadi tepung yang digunakan untuk menghasilkan donat dengan kandungan protein lebih tinggi.
Berdasarkan hasil uji laboratorium FEMA IPB, satu donat PRONUTS mengandung sekitar 4,31 gram protein. Angka ini menjadi salah satu nilai unggulan yang ditawarkan tim dalam mengembangkan produk camilan yang memadukan rasa dan kandungan gizi.
CEO PRONUTS, Muhammad Zayyan Rizka, mengatakan bahwa tim ingin menghadirkan alternatif camilan yang tetap menarik bagi konsumen tanpa mengabaikan aspek nutrisi.
“Kami ingin membuktikan bahwa camilan sehat tidak harus membosankan. Lewat PRONUTS, kami mencoba menghadirkan donat yang enak, tetapi juga punya nilai gizi lebih,” ujar Zayyan.
Untuk menjangkau konsumen dengan selera berbeda, PRONUTS menghadirkan enam varian rasa, yakni Golden Glaze, Sugar Puff, Nutzilla, Tiramoon, Choco Boom, dan Milky Snow.
Raih Juara 2 UNEX 2026 dan Lolos KMI Expo
Perjalanan PRONUTS tidak berhenti pada pengembangan produk. Setelah memperoleh pendanaan, tim membawa inovasi tersebut ke UNEX 2026 atau UNSIKA Entrepreneurship Expo yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026.
Dalam ajang tersebut, PRONUTS berhasil meraih juara 2. Capaian ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi tim dalam memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan usaha melalui kompetisi kewirausahaan.
PRONUTS kemudian dinyatakan lolos KMI Expo 2026 yang berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman. Kesempatan tersebut membuka ruang bagi tim untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak yang lebih luas.
Dari sisi penjualan, PRONUTS tercatat telah terjual sebanyak 787 donat. Angka tersebut menjadi salah satu indikator awal penerimaan produk di pasar sekaligus bekal bagi tim untuk melanjutkan pengembangan bisnis.
Lengkapi Legalitas dan Siapkan Pengembangan Produk
Selain mengejar prestasi di ajang kewirausahaan, tim PRONUTS juga mulai membangun fondasi usaha melalui pemenuhan legalitas. Produk ini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 10710 untuk industri produk bakeri, sertifikat halal, serta hak cipta atas koleksi desain pin maskot PRONUTS. Sementara itu, pendaftaran mereknya masih dalam proses.
Ke depan, tim berencana mengembangkan PRONUTS dalam bentuk donat beku atau frozen agar memiliki daya simpan lebih panjang dan berpeluang dipasarkan melalui marketplace.
Tak hanya menjual produk jadi, tim juga mempertimbangkan pemasaran tepung kacang bambara secara terpisah. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif bahan baku dalam pengembangan produk makanan.
Melalui rangkaian pencapaian dan rencana pengembangan tersebut, PRONUTS menjadi salah satu contoh upaya mahasiswa dalam menggabungkan inovasi produk, pemanfaatan bahan pangan lokal, dan pengembangan kewirausahaan. Tim berharap produknya dapat terus berkembang sekaligus memperkenalkan potensi kacang bambara kepada lebih banyak konsumen.




