MALANG – Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih pendanaan melalui program Springboard Vokasi UB 2026 dengan mengusung Nusamach, gagasan bisnis penyediaan mesin kuliner untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tim yang terdiri dari Arsya Abdillah Syahbana, Muhammad Rivaldi, Nayla Bilqis Zahra Afina, dan Wafha Ahdhiny tersebut menghadirkan ide bisnis yang berangkat dari kebutuhan pelaku usaha kuliner terhadap peralatan produksi yang dapat menunjang aktivitas operasional.
Keberhasilan memperoleh pendanaan ini menjadi pencapaian bagi tim dalam mengembangkan gagasan kewirausahaan. Melalui Nusamach, mereka berupaya menghadirkan solusi yang menggabungkan penyediaan mesin, layanan purna jual, dan pemanfaatan platform digital untuk mempermudah akses pelanggan.
Nusamach Jadi Gagasan Bisnis yang Bawa Tim Raih Pendanaan
Nusamach dikembangkan dengan melihat kebutuhan pelaku UMKM kuliner yang masih mengandalkan proses pengolahan bahan makanan secara manual. Kondisi tersebut mendorong tim untuk merancang bisnis yang menyediakan mesin guna membantu mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi kerja.
Ketua tim Nusamach, Arsya Abdillah Syahbana, menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul dari pengamatan terhadap persoalan yang dijumpai di sekitar mereka.
“Saya melihat adanya sebuah peluang dari sebuah kebutuhan dan permasalahan di sekitar, bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mengolah bahan makanannya secara manual sehingga saya terpikirkan untuk membantu mereka supaya lebih cepat dan efisien dalam produksinya,” ujar Arsya.
Melalui gagasan tersebut, tim Nusamach berupaya menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dikembangkan menjadi peluang kewirausahaan. Mesin yang ditawarkan diharapkan dapat membantu UMKM mengoptimalkan proses produksi sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
Perkuat Konsep Bisnis Lewat Layanan Terintegrasi
Tidak hanya menawarkan produk, Nusamach juga merancang layanan purna jual yang mencakup garansi, perawatan, dan konsultasi teknis. Dukungan tersebut disiapkan untuk membantu pelanggan menggunakan mesin secara optimal sekaligus memperoleh bantuan ketika menghadapi kendala.
Tim juga merencanakan pengembangan situs web yang memungkinkan pelanggan mencari produk, mempelajari spesifikasi mesin, dan melakukan transaksi secara lebih praktis.
Kombinasi produk dan layanan digital ini menjadi bagian dari konsep bisnis yang ingin dikembangkan Nusamach. Dengan pendekatan tersebut, tim berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada penjualan mesin, tetapi juga pada kebutuhan pelanggan setelah pembelian.
Pendanaan Jadi Modal Pengembangan Inovasi Mahasiswa
Keberhasilan memperoleh pendanaan Springboard Vokasi UB 2026 menjadi langkah penting bagi empat mahasiswa tersebut untuk melanjutkan pengembangan Nusamach. Pendanaan ini memberikan kesempatan bagi tim untuk mematangkan gagasan bisnis dan mengembangkan solusi yang ditujukan bagi pelaku UMKM kuliner.
Pencapaian tersebut juga menunjukkan upaya mahasiswa dalam mengembangkan potensi kewirausahaan melalui gagasan yang berangkat dari kebutuhan pasar. Ide bisnis tidak hanya diarahkan untuk menjadi konsep, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, pengembangan Nusamach akan bergantung pada kemampuan tim dalam merealisasikan konsep bisnis, memahami kebutuhan pelanggan, serta menjaga kualitas produk dan layanan.
Melalui Nusamach, Arsya dan rekan-rekannya berupaya membawa gagasan inovasi mahasiswa ke tahap pengembangan bisnis yang lebih konkret, sekaligus menawarkan solusi bagi pelaku usaha kuliner di Indonesia.




