MALANG – Inovasi pangan lokal kembali dikembangkan mahasiswa melalui bisnis Gapitan JAGALA (Jahe, Umbi Garut, dan Gula Merah). Mengusung konsep camilan lokal premium, produk ini dirancang sebagai alternatif makanan ringan dengan perhatian pada kandungan glikemik dan kebutuhan konsumen yang ingin lebih memperhatikan asupan gula.

Gagasan tersebut mengantarkan tim pengembang Gapitan JAGALA lolos pendanaan bisnis Springboard 2026. Melalui program ini, tim berupaya menyempurnakan produk sekaligus memperkuat fondasi bisnis agar dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Gapitan JAGALA dikembangkan dari kue gapit, salah satu jenis camilan tradisional, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal berupa jahe, umbi garut, dan gula merah. Perpaduan tersebut diharapkan dapat menghadirkan produk yang tetap mempertahankan cita rasa khas camilan daerah, tetapi dikemas dengan konsep yang lebih modern dan premium.

Kembangkan Camilan Tradisional dengan Bahan Lokal

Pengembangan Gapitan JAGALA berangkat dari dua persoalan, yakni kebutuhan masyarakat terhadap pilihan camilan yang lebih beragam dan belum optimalnya pengembangan produk pangan tradisional agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Di tengah tren makanan yang terus berubah, produk pangan lokal perlu dikembangkan agar tetap relevan dengan selera konsumen masa kini. Bukan sekadar mempertahankan resep tradisional, inovasi juga diperlukan dalam pemilihan bahan, pengolahan, kemasan, hingga strategi pemasaran.

Melalui Gapitan JAGALA, tim berupaya memanfaatkan potensi bahan pangan lokal untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Jahe, umbi garut, dan gula merah dipilih sebagai bahan utama untuk memberikan karakter rasa sekaligus menjadi identitas produk.

Selain menyasar konsumen umum, Gapitan JAGALA juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen yang perlu memperhatikan asupan gula, termasuk penderita diabetes. Namun, klaim mengenai rendahnya indeks glikemik dan keamanan konsumsi bagi penderita diabetes tetap memerlukan pengujian laboratorium serta pembuktian yang sesuai sebelum dapat dipastikan.

Telah Dipasarkan Selama Tujuh Bulan

Gapitan JAGALA bukan sekadar gagasan yang masih berada pada tahap perencanaan. Sebelum lolos pendanaan Springboard 2026, bisnis ini telah berjalan selama tujuh bulan dengan melalui proses pembuatan prototipe, realisasi produk, hingga promosi kepada calon konsumen.

Pemasaran dilakukan melalui media sosial dan kanal penjualan daring, termasuk Shopee. Tim juga memperkenalkan produknya secara langsung melalui kegiatan bazar untuk menjangkau konsumen sekaligus memperoleh tanggapan terhadap produk yang ditawarkan.

Respons positif dari pelanggan menjadi salah satu modal bagi tim untuk melanjutkan pengembangan usaha. Pengalaman pemasaran tersebut juga menjadi pijakan untuk mengevaluasi produk dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.

Dengan lolosnya Gapitan JAGALA dalam pendanaan Springboard 2026, tim memiliki peluang untuk memperkuat aspek produksi, kualitas produk, dan kesiapan usaha dalam menghadapi pasar yang lebih luas.

Pendanaan untuk Penyempurnaan Produk dan Perluasan Pasar

Ke depan, pengembangan Gapitan JAGALA akan difokuskan pada sejumlah aspek, mulai dari penyempurnaan produk hingga penguatan legalitas usaha. Tim juga merencanakan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengembangan badan usaha, perlindungan kekayaan intelektual, serta pengujian produk di laboratorium.

Langkah tersebut penting untuk memastikan produk tidak hanya memiliki daya tarik dari segi rasa dan kemasan, tetapi juga memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk pengembangan bisnis pangan. Pengujian laboratorium secara khusus dibutuhkan untuk memverifikasi karakteristik gizi dan klaim indeks glikemik produk.

Selain itu, perluasan pasar menjadi bagian dari rencana pengembangan berikutnya. Pengalaman berjualan melalui lokapasar dan bazar akan menjadi bekal bagi tim untuk memperluas jangkauan konsumen serta membangun posisi Gapitan JAGALA sebagai produk camilan lokal premium.

Melalui inovasi ini, tim berharap bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Pendanaan Springboard 2026 menjadi salah satu langkah untuk membawa Gapitan JAGALA dari bisnis rintisan menuju usaha yang lebih siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.