Jakarta — AIESEC in UIN Jakarta mempertemukan Exchange Participants (EPs), Local Volunteers (LVs), dan AIESEC members dalam kegiatan Indonesian Cooking Lab: Taste of Archipelago pada 31 Juli 2026. Melalui rangkaian aktivitas yang menggabungkan cerita kuliner, kreativitas, dan kerja sama tim, peserta diajak memahami makanan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus mengembangkan kemampuan berkolaborasi dalam mempersiapkan proyek bersama komunitas.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan, check-in, dan roll dance untuk membangun suasana yang lebih interaktif. Peserta kemudian mengikuti sesi Value Driven Leader yang membahas nilai kepemimpinan sebelum memasuki agenda utama mengenai keberagaman kuliner.

Melalui Around the World on a Plate, para Exchange Participants memperkenalkan makanan khas dari negara masing-masing. Tidak hanya menyebutkan nama makanan, mereka juga membagikan cerita mengenai latar belakang budaya, kebiasaan makan, maupun makna tertentu yang melekat pada makanan tersebut.

Pertukaran cerita tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal budaya satu sama lain melalui hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, sesi ini juga memperlihatkan bahwa makanan dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap masyarakat, bergantung pada kebiasaan dan latar budaya masing-masing.

AIESEC in UIN Jakarta Satukan Cerita Budaya dan Kolaborasi melalui Indonesian Cooking Lab
AIESEC in UIN Jakarta Satukan Cerita Budaya dan Kolaborasi melalui Indonesian Cooking Lab — AIESEC in UIN Jakarta

Setelah mendengarkan berbagai cerita kuliner, peserta memasuki sesi Make the Platter. Dalam kelompok, mereka membuat tumpeng menggunakan nasi kuning, lauk-pauk, sayuran, serta berbagai elemen dekorasi. Peserta diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk dan tampilan tumpeng berdasarkan kreativitas kelompok masing-masing.

Proses tersebut tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga mendorong peserta untuk berkomunikasi dan membagi peran selama proses pengerjaan. Perbedaan ide dalam satu kelompok menjadi bagian dari proses menentukan konsep hingga menghasilkan satu karya bersama.

“Menurut saya, membuat tumpeng bersama lebih seru karena setiap orang bisa memberikan ide. Kami harus berdiskusi untuk menentukan bagaimana hasil akhirnya, jadi kegiatan ini terasa seperti kerja sama, bukan hanya memasak,” ujar Naura, salah satu peserta kegiatan.

Setelah proses pembuatan selesai, setiap kelompok mengikuti The Master-Taste. Mereka mempresentasikan tema, konsep, dan filosofi yang melatarbelakangi tumpeng yang dibuat. Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa, kreativitas dan estetika, kebersihan serta kerapian, kelengkapan dan variasi lauk, hingga keunikan serta kesesuaian tema.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Suasana informal tersebut memberikan kesempatan bagi peserta, panitia, dan member AIESEC untuk berinteraksi di luar aktivitas utama. Setelah itu, pemahaman mengenai kuliner kembali dikemas secara interaktif melalui Guess the Foodmoji, ketika setiap kelompok berlomba menebak nama makanan Indonesia maupun makanan dari negara asal Exchange Participants berdasarkan kombinasi emoji.

Bagi peserta internasional, aktivitas tersebut memberikan cara yang ringan untuk mengenali makanan dari berbagai negara sekaligus menguji kembali pengetahuan yang telah diperoleh selama sesi sebelumnya.

“Yang menarik adalah kami bisa belajar tentang makanan Indonesia dan makanan dari negara lain dalam satu kegiatan. Setelah mendengar ceritanya, permainan tebak makanan jadi terasa lebih mudah karena kami sudah mengenal beberapa makanan yang dibahas sebelumnya,” ujar Faizan, salah satu Exchange Participant.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Final Serving: Tumpeng Edition, yaitu pengumuman hasil penilaian sekaligus pemberian apresiasi kepada kelompok yang berpartisipasi. Setiap kelompok juga mendapatkan kesempatan untuk mendokumentasikan hasil karya mereka.

Tidak berhenti pada aktivitas kuliner, peserta kemudian diarahkan menuju Preparing Your Movement. Dalam sesi ini, mereka mencari informasi yang dapat mendukung kampanye serta mulai menyusun materi untuk kegiatan bersama komunitas Keranggan mengenai Tourism Strategy dan Local Branding. Dengan demikian, hasil pembelajaran dari berbagai kegiatan sebelumnya mulai diarahkan pada persiapan proyek yang akan dijalankan.

Melalui Indonesian Cooking Lab, AIESEC in UIN Jakarta menggabungkan pertukaran budaya, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu pengalaman. Dari berbagi cerita mengenai makanan hingga menghasilkan karya bersama dan mempersiapkan materi untuk komunitas, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengubah interaksi lintas budaya menjadi proses belajar yang lebih aplikatif.