Tangerang Selatan, 23 Juli 2026 – AIESEC in UIN Jakarta menyelenggarakan agenda Kandank Jurank Discovery bagi para Exchange Participants (EP) dan Local Volunteers (LV) program Global Volunteer (iGV). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, di Kandank Jurank Doank. Melalui agenda ini, peserta belajar langsung bagaimana sebuah ruang kreatif dikelola sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Aditya selaku pemandu acara dan Maul yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta. Untuk memantik diskusi, Aditya melemparkan pertanyaan tentang apa yang terlintas ketika mendengar sustainable tourism. Setelah itu, Emmi dari Marketing Team Kandank Jurank Doank memperkenalkan sejarah tempat tersebut, yang kini dikenal sebagai Kandank Jurank Creative Park.

Emmi menjelaskan bahwa Kandank Jurank menyediakan kegiatan komunitas gratis, seperti kelas menggambar, tari tradisional, dan sholawatan. Seluruh kegiatan tersebut ditopang oleh subsidi silang dari penyewaan tempat dan penyelenggaraan event. Karya terpilih dari kegiatan mingguan juga dipajang selama satu pekan. Tema kelas menggambar dan kerajinan pun berganti setiap minggu agar peserta selalu mendapat pengalaman belajar baru.

Dalam sesi KJD Unlocked, peserta menyusuri berbagai area bersama Emmi, mulai dari area pertunjukan, Studio Land, Sadana Cafe, hingga bangunan kaca yang digunakan untuk kegiatan saat hujan. Eksplorasi berlanjut pada sesi Tourist Detective, ketika peserta mengamati fasilitas, aktivitas, dan potensi wisata yang mendukung kegiatan edukasi, budaya, dan komunitas.

“Kami ingin peserta tidak hanya berkunjung, tetapi benar-benar mengamati bagaimana sebuah destinasi dikelola bersama komunitas. Pengalaman ini kami harapkan menjadi referensi nyata bagi pengembangan Ekowisata Keranggan,” ucap Adam sebagai Local Volunteer.

Pada sesi Take the Special Notes, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merumuskan tiga kekuatan dan tiga area perbaikan Kandank Jurank Creative Park. Kekuatan yang diidentifikasi antara lain program yang ramah bagi anak muda, kegiatan komunitas yang terbuka, lingkungan yang asri, dan fasilitas yang luas. Sementara itu, masukan perbaikan mencakup kesiapan menghadapi cuaca, aksesibilitas, penambahan papan penunjuk arah, fasilitas pendingin ruangan, serta ketersediaan staf berbahasa Inggris bagi pengunjung mancanegara.

Memasuki sesi Content Creator Spirit, Nayyara memberikan arahan tugas promotional reel. Peserta ditantang mempromosikan Kandank Jurank Creative Park secara kreatif, baik dengan berbicara langsung ke kamera maupun pendekatan lainnya. Batas pengumpulan konten ditetapkan pada 26 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar format, bahasa, dan ketentuan pengumpulan, yang dijawab langsung oleh Organizing Committee.

Setelah makan siang bersama di Sadana Cafe lewat sesi Eat and Drink at Warung Doank, peserta menjalani sesi The Future Creator. Mereka bebas menjelajahi area taman kreatif hingga pukul 13.15 WIB untuk mengumpulkan footage dari sudut pandang masing-masing. Hasil rekaman kemudian ditinjau dan disunting bersama dalam sesi Engagement Space.

Di akhir agenda, peserta diminta mengisi feedback survey dan menjawab Check-out Question tentang hal yang ingin diterapkan dari Kandank Jurank Creative Park di Keranggan. Jawaban yang muncul beragam, dari membuat lebih banyak ruang publik terbuka, mengembangkan kelas terbuka, membuka pasar komunitas, bekerja sama dengan komunitas eksternal, memperkuat digital marketing, hingga memperbaiki fasilitas umum.

“Banyak praktik baik di sini yang bisa diadaptasi, mulai dari ruang publik terbuka sampai kelas komunitas. Tantangannya adalah menyesuaikan semua itu dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Keranggan,” ucap Rembang, salah satu Local Volunteer.

Melalui Kandank Jurank Discovery, peserta memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang wisata kreatif berbasis komunitas lewat sesi pemateri, penjelajahan lokasi, dan pengamatan langsung kegiatan budaya serta edukasi. Diskusi kelompok membantu mereka mengenali kekuatan dan tantangan destinasi, lalu merumuskan rekomendasi pengembangannya. Peserta juga menghasilkan ide konten promosi dan merefleksikan bagaimana praktik baik di Kandank Jurank dapat diadaptasi untuk pengembangan Ekowisata Keranggan.