Jakarta, 30 September 2026 — Sejarah tidak selalu hadir sebagai rangkaian tahun dan nama yang perlu diingat. Di balik setiap ruang dan peninggalan, terdapat cerita tentang manusia, gagasan, dan perubahan yang pernah membentuk perjalanan Indonesia. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pengalaman Exchange Participants (EPs) dan Local Volunteers (LVs) AIESEC in UIN Jakarta ketika mengikuti kegiatan Historace di Museum Kebangkitan Nasional pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Historace
Historace — Dok. Pribadi

Berlokasi di gedung Museum Kebangkitan Nasional, kegiatan ini mengajak peserta untuk melihat sejarah melalui pengalaman langsung. Sebelum memulai eksplorasi, peserta diperkenalkan pada konteks Museum Kebangkitan Nasional dan tantangan yang perlu diselesaikan selama perjalanan. Tantangan tersebut kemudian menjadi cara bagi peserta untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperhatikan berbagai cerita yang mereka temukan sepanjang perjalanan.

Perjalanan dimulai dengan pemutaran film sejarah mengenai asal-usul Museum Kebangkitan Nasional dan perjalanan Anne Thomas. Dari sana, peserta bergerak menyusuri berbagai ruang yang menyimpan potongan cerita berbeda. Mereka mengenal kedatangan Belanda ke Indonesia, peran rempah-rempah dalam sejarah kolonial, hingga lahirnya Budi Utomo sebagai salah satu bagian penting dalam perkembangan pergerakan nasional.

Eksplorasi kemudian membawa peserta lebih dekat pada kehidupan pendidikan kedokteran di STOVIA. Ruang Guru, Ruang Direktur, Media Pendidikan, hingga koleksi material pengobatan memperlihatkan bagaimana pendidikan dan ilmu kesehatan berkembang pada masa tersebut. Sementara itu, ruang memorial Budi Utomo dan ruang yang menceritakan kehidupan mahasiswa STOVIA memberikan gambaran mengenai lingkungan tempat gagasan-gagasan perubahan mulai tumbuh.

Dengan didampingi oleh pemandu museum, Mr. Afif dan Mr. Revalino, peserta tidak hanya berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan hal-hal yang menarik perhatian melalui foto dan video. Pengalaman tersebut membuat proses mengenal sejarah menjadi lebih personal karena setiap peserta dapat menentukan cerita mana yang paling berkesan bagi mereka.

“Kunjungan ini membuat saya melihat sejarah dari perspektif yang lebih nyata. Bukan hanya mengetahui tentang STOVIA atau Budi Utomo, tetapi juga memahami bagaimana pendidikan dan orang-orang pada masa itu menjadi bagian dari perubahan yang terjadi di Indonesia," ucap Wildan, salah satu Local Volunteer.

Setelah eksplorasi selesai, pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan melalui sesi Stories & Insight. Setiap kelompok mempresentasikan hasil tantangan yang telah dikerjakan selama perjalanan, sekaligus menjelaskan temuan yang mereka anggap penting. Proses ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengolah informasi yang diperoleh selama eksplorasi menjadi pemahaman yang dapat dibagikan kepada orang lain.

Refleksi kemudian dilanjutkan melalui Thought on the Wall. Peserta menuliskan insight, kesan, dan perasaan mereka setelah mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional pada sticky notes, sebelum menempelkannya pada media yang telah disediakan. Beragam respons tersebut menjadi gambaran bahwa satu perjalanan sejarah dapat meninggalkan pemaknaan yang berbeda bagi setiap orang.

Aditya, Organizing Committee of Program and Partnership, menambahkan, “Setiap orang bisa membawa insight yang berbeda dari tempat yang sama. Bagi saya, Historace mengingatkan bahwa memahami sejarah bukan hanya tentang mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga melihat nilai dan pembelajaran yang masih bisa kita bawa ke masa sekarang."

Setelah sesi refleksi, peserta melanjutkan kegiatan melalui working hour bersama realization team masing-masing. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan dan menyempurnakan materi presentasi sebagai bagian dari persiapan kegiatan selanjutnya. Dengan demikian, pengalaman Historace tidak berhenti ketika peserta meninggalkan museum, tetapi diteruskan melalui proses kolaborasi dan persiapan bersama.

Melalui perjalanan di Museum Kebangkitan Nasional, EPs dan LVs diharap dapat memahami bahwa sejarah bukan sekadar sesuatu yang telah berlalu, melainkan kumpulan cerita mengenai bagaimana gagasan, pendidikan, dan keberanian manusia dapat menjadi bagian dari perubahan. Kegiatan ini diharap dapat membawa perspektif baru bagi peserta untuk menghargai sejarah, merefleksikan pembelajaran yang diperoleh, serta menerapkannya dalam proses kolaborasi dan kontribusi mereka di kegiatan berikutnya.