Runtutmates, pernah berpikir kenapa manusia membutuhkan ideologi?

ideologi
ideologi — ideologi

Sederhananya, ideologi bukan sekadar kumpulan slogan.

Ia adalah seperangkat gagasan yang memberikan cara pandang tentang kehidupan sekaligus memengaruhi bagaimana masyarakat seharusnya diatur. Dalam pembahasan politik modern, kapitalisme, sosialisme, dan berbagai bentuk pemikiran Islam sering ditempatkan sebagai tradisi pemikiran yang menawarkan jawaban berbeda tentang manusia, kepemilikan, kekuasaan, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat.

Lalu, apa syarat sebuah pemikiran bisa disebut sebagai ideologi yang utuh?

Setidaknya kita bisa mengujinya melalui beberapa pertanyaan: Apakah ia memiliki pandangan dasar tentang manusia dan kehidupan? Apakah ia memiliki aturan atau sistem untuk mengatur kehidupan masyarakat? Apakah ia menawarkan solusi terhadap persoalan sosial, politik, dan ekonomi? Dan apakah ia memiliki cara untuk menerapkan gagasan tersebut dalam kehidupan nyata? Dengan ukuran ini, kita tidak cukup hanya melihat apa yang dijanjikan sebuah sistem, tetapi juga bagaimana sistem tersebut memandang manusia dan bagaimana aturan yang ditawarkannya bekerja.

Kapitalisme menempatkan kebebasan individu, kepemilikan privat, dan mekanisme pasar sebagai unsur penting. Sosialisme menekankan persoalan kesetaraan dan kepemilikan atau pengendalian sosial atas sumber daya ekonomi. Sementara dalam perspektif pemikiran Islam, Islam tidak hanya dipahami sebagai seperangkat ibadah, tetapi juga memiliki pandangan hidup dan aturan yang mencakup hubungan manusia dengan Allah, dirinya sendiri, serta masyarakat. Kajian tentang ekonomi Islam, misalnya, menunjukkan adanya aturan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, termasuk konsep zakat dan larangan riba.

Di sinilah letak perbedaan mendasarnya. Kapitalisme dan sosialisme pada dasarnya berangkat dari konstruksi pemikiran manusia, sementara Islam dalam keyakinan umat Islam bersumber dari wahyu Allah. Al-Qur'an sendiri menyebut dirinya sebagai petunjuk dan penjelasan bagi kehidupan manusia, sementara QS. Al-Ma'idah 5:48 memerintahkan agar manusia berhukum dengan apa yang Allah turunkan. Karena itu, dari perspektif Islam, keunggulan Islam sebagai ideologi bukan semata karena ia menawarkan sistem ekonomi atau politik, tetapi karena ia memberikan landasan hidup yang bersumber dari Sang Pencipta manusia.

Maka pertanyaannya bukan lagi sekadar, “Kapitalisme atau sosialisme?” Tetapi lebih mendasar: “Kalau manusia membutuhkan sebuah sistem untuk mengatur kehidupannya, apakah kita akan menjadikan manusia sebagai sumber aturan tertinggi, atau menerima petunjuk dari Pencipta manusia?”

Bagi seorang Muslim, jawabannya jelas: Islam.

Bukan karena Islam hanya menawarkan teori yang terlihat ideal, tetapi karena Islam dipandang sebagai way of life yang menyatukan aqidah, ibadah, akhlak, hukum, ekonomi, dan kehidupan sosial dalam satu kerangka. Dan mungkin, di situlah alasan mengapa Islam tidak sekadar ingin menjawab bagaimana manusia hidup, tetapi juga untuk apa manusia hidup.

feed
feed — feed



Tentang Penulis

Rendy Hotama
Setiap orang berhak menulis, setiap orang berhak untuk tidak membacanya.

Hanya seorang pembelajar yang senang menghubungkan hal-hal sederhana, mengingat kembali cerita lama, lalu mencoba melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

Tulisan ini tidak menggurui.
Hanya mengajak Runtutmates untuk berpikir, mengingat, dan mungkin tersenyum sebentar.

REFERENSI
Stanford Encyclopedia of Philosophy — Ideology, untuk pembahasan akademik mengenai pengertian dan perkembangan konsep ideologi.

Stanford Encyclopedia of Philosophy — Law and Ideology, mengenai hubungan ideologi dengan gagasan politik, sosial, ekonomi, dan hukum.

International Journal of Middle East Studies, Cambridge University Press — The Economic System in Contemporary Islamic Thought: Interpretation and Assessment, mengenai konsep ekonomi Islam dalam pemikiran kontemporer.

Jurnal Iqtisaduna UIN Alauddin Makassar — Konsep Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan dalam Islam, mengenai perbedaan worldview ekonomi Islam dan ekonomi konvensional.

Al-Qur'an, QS. An-Nahl: 89 — Al-Qur'an sebagai petunjuk dan penjelasan.

Al-Qur'an, QS. Al-Ma'idah: 48 — mengenai hukum dan aturan yang diturunkan Allah.